Page 211 - Kewarganegaraan
P. 211

profesi. Bela negara tidak hanya dilakukan oleh aparatur negara saja, tetapi juga harus
                      dilakukan secara bersama-sama oleh segenap elemen bangsa dan negara”. Lebih lanjut,
                      Presiden  menjelaskan  bahwa  bela  negara  merupakan  wadah  peran  dan  kontribusi
                      segenap komponen masyarakat, termasuk dunia usaha, dunia pendidikan, media, hingga
                      tokokh pemuda dan tokoh masyarakat, untu memberikan sumbangsih kepada negara
                      melebihi panggilan tugas yang menjadi tanggung jawab nya.
                          Setelah mempelajari bentuk-bentuk bela negara. Buatlah gerakan yang menunjukan
                      upaya pembelaan terhadap negara! Bagaimana pengalaman Anda setelah melakukan
                      kegiatan tersebut? Laporkan pengalaman Anda kepada teman-teman Anda!


                 3.  Landasan Historis, Sosiologis, dan Politis Bela Negara
                       Istilah bela negara tentu tidaklah langsung muncul begitu saja, melainkan ada sesuatu
                   yang  melatarinya.  Presiden  Soekarno  pernah  berujar  “Jas  Merah  –  jangan  sekali-kali
                   meninggalkan sejarah”. Bangsa Indonesia yang memiliki sejarah perjuangan kemerdekaan
                   yang panjang, menjadikannya selalu menghargai setiap langkah perjuangan yang telah
                   dilaksanakan oleh para pahlawan kemerdekaan.
                       Untuk  memahami  aspek  hostoris, sosiologis,  dan  politis  bela  negara,  kita  dapat
                   menelusuri peristiwa penting pada tanggal 19 Desember 1948. Sejak keluarnya Keputusan
                   Presiden RI No. 28 Tahun 2006 tentang Hari Bela Negara, tanggal 19 Desember selalu
                   diperingati  sebagai hari bela negara. Pada keputusan tersebut dijelaskan bahwa salah
                   satu dasar pertimbangan  ditetapkannya  tanggal 19 Desember sebagai hari bela negara
                   didasarkan pada peristiwa tanggal  19 Desember 1948 yang merupakan  hari bersejarah
                   bangsa Indonesia, karena pada tanggal tersebut terbentuk Pemerintahan Darurat Republik
                   Indonesia dalam rangka mengisi kekosongan kepemimpinan  Pemerintahan  Negara
                   Kesatuan Republik Indonesia.
                       Ada kejadian apa pada tanggal 19 Desember 1948? Pada tanggal 19 Desember 1948
                   bangsa Indonesia tengah menghadapi situasi genting dimana Belanda kembali mengusik
                   NKRI dan telah berhasil menguasai Yogyakarta, yang kita kenal dengan Agresi Militer
                   Belanda II. Selain berhasil menguasai Yogyakarta, Belanda juga menangkap Soekarno dan
                   Hatta yang kala itu menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Kejadian
                   ini  memaksa  dibentuknya  Pemerintahan  Darurat  Republik  Indonesia  (PDRI) melalui
                   pemindahan  Ibukota  Negara  dari Yogyakarta  ke  Bukittinggi  agar  sistem  pemerintahan
                   Indonesia masih bisa dijalankan meskipun dalam situasi genting.

























                                    Gambar XIV.2 Sjafruddin Prawiranegara (Ketua PDRI)
                        Sumber:https://www.liputan6.com/news/read/3199697/sjafruddin-prawiranegara-
                              presiden-darurat-ri-yang-terlupakan, diakses tanggal 27 Maret 2021

             208                                                  Buku Ajar Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Pada Kurikulum Pendidikan Tinggi
                                                                                          Pendidikan Kewarganegaraan
   206   207   208   209   210   211   212   213   214   215   216