Page 213 - Kewarganegaraan
P. 213

bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban  dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
                   perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Berbagai upaya bela negara terus menerus dilakukan
                   oleh segenap elemen bangsa, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan, ancaman,
                   hambatan, dan gangguan (TAHG) yang spektrumnya semakin luas.
                       Ancaman nyata yang dihadapi bangsa Indonesia hari-hari ini lebih didominasi oleh
                   ancaman non-fisik, salah satu contohnya adalah munculnya disinformasi, misinformasi,

                   dan pemberitaan lainnya  yang mengganggu persatuan  dan kesatuan bangsa. Kita bisa
                   melihat bahwa algoritma sosial media sangat berpengaruh terhadap eksistensi demokrasi
                   di Indonesia, terutama dalam mempengaruhi pilihan-pilihan dan menimbulkan polarisasi,
                   terutama pada masa-masa pemilihan umum, baik pilpres maupun pilkada. Ancaman tersebut
                   tidak hanya dihadapi oleh bangsa Indonesia, tetapi juga dialami oleh bangsa-bangsa di
                   dunia. Untuk dapat melihat bagaimana algoritma sosial media dapat mempengaruhi sikap
                   dan perilaku, ada sebuah film berjudul “social dilemma” yang dapat dijadikan referensi
                   bagi anda untuk menganalisis situasi dan kondisi yang terjadi hari-hari ini.
                       Setelah  Anda  menelusuri  berbagai  klasifikasi  ancaman  yang  dapat  mengganggu
                   kehidupan  bangsa dan negara, cobalah  Anda telusuri berbagai  ancaman,  baik  militer,
                   nonmiliter, maupun hibrida yang dapat mengancam eksistensi negara dan bangsa.
                   Dari  berbagai  ancaman  tersebut,  manakah  yang  saat  ini  paling  potensial  mengganggu
                   kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara? Lakukan diskusi kelompok untuk menjawab
                   masalah tersebut.


                 5.  Peran Mahasiswa dalam Penanggulangan Bencana sebagai Aksi Nyata Bela Negara
                       Indonesia merupakan negeri yang rawan terhadap berbagai jenis bencana, baik bencana
                   alam  maupun  bencana  non-alam.  Berbagai  bencana  yang  terjadi  telah  menyebabkan
                   jatuhnya korban jiwa, kerugian ekonomi, kerusakan infra-struktur, kerusakan lingkungan,
                   dampak sosial, dan dampak psikologis yang tidak kecil. Berbagai jenis bencana, terutama
                   bencana alam, dapat dipastikan akan selalu mengancam negeri kita. Hal ini disebabkan
                   karena kondisi geologis, geografis dan meteorologis negeri kita yang dinamis. Oleh karena
                   itu, kita dituntut untuk dapat hidup secara harmonis berdampingan dengan bencana alam.
                       Masalah  bencana  harus  dipandang  sebagai  masalah  bersama  yang  oleh  karena  itu
                   merupakan  tanggung jawab bersama. Masalah bencana  bukan hanya tanggung jawab
                   pemerintah  saja, tetapi  juga merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa.
                   Oleh karena itu upaya penanggulangan bencana semestinya merupakan tanggung jawab
                   bersama seluruh pemangku kepentingan  termasuk mahasiswa. Dalam hal ini penting
                   untuk didiskusikan bagaimana  tanggung jawab dan peran mahasiswa dalam  upaya
                   penanggulangan bencana di negeri kita.
                   a.  Bencana di Indonesia
                          Definisi  tentang  bencana  atau  disaster telah dituliskan dalam beberapa referensi
                      (misalnya:  Carter, 2009;  Smith  and Petley, 2009). Mengacu  pada  Undang-undang
                      Republik  Indonesia  Nomor  24  Tahun  2007  tentang  Penanggulangan  Bencana,
                      bencana  didefinisikan  sebagai  peristiwa  atau  rangkaian  peristiwa  yang  mengancam

                      dan  mengganggu  kehidupan  dan  penghidupan  masyarakat  sehingga  mengakibatkan
                      timbulnya  korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan
                      dampak psikologis. Peristiwa atau rangkaian peristiwa tersebut dapat disebabkan oleh
                      faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia.
                          Negeri kita memang rawan terhadap berbagai jenis bencana, terutama  bencana
                      alam seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, longsor, banjir dan kekeringan.
                      Letusan Gunung Krakatau tahun 1883, tsunami Aceh tahun 2004 dan gempabumi Palu
                      tahun 2018 adalah sebagian contoh dari bencana besar yang pernah terjadi di negeri
                      kita. Pada tahun 2020 saja tercatat telah terjadi 2.939 bencana alam yang menyebabkan

             210                                                  Buku Ajar Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Pada Kurikulum Pendidikan Tinggi
                                                                                          Pendidikan Kewarganegaraan
   208   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218