Page 24 - Kewarganegaraan
P. 24
4. Dinamika dan Tantangan Pendidikan Kewarganegaraan
Suatu kenyataan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) telah mengalami
beberapa kali perubahan, baik tujuan, orientasi, substansi materi, metode pembelajaran
bahkan sistem evaluasi. Semua perubahan tersebut dapat teridentifikasi dari dokumen
kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan hingga saat
ini.
Mengapa pendidikan kewarganegaraan selalu mengalami perubahan? Untuk menjawab
pertanyaan ini, Anda dapat mengkaji sejumlah kebijakan Pemerintah dalam bidang
pendidikan dan kurikulum satuan pendidikan sekolah dan pendidikan tinggi. Dengan
membaca dan mengkaji produk kebijakan pemerintah, dapat diketahui bahwa dinamika
dan tantangan yang dihadapi Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia sangat tinggi.
Apa dinamika dan tantangan yang pernah dihadapi oleh PKn Indonesia dari masa ke
masa? Untuk mengerti dinamika dan tantangan PKn di Indonesia, Anda dianjurkan untuk
mengkaji periodisasi perjalanan sejarah tentang praktik kenegaraan/ pemerintahan Republik
Indonesia (RI) sejak periode Negara Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus
1945 sebagai negara merdeka sampai dengan periode saat ini yang dikenal Indonesia
era reformasi. Mengapa dinamika dan tantangan PKn sangat erat dengan perjalanan
sejarah praktik kenegaraan/pemerintahan RI? Inilah ciri khas PKn sebagai mata kuliah
dibandingkan dengan mata kuliah lain. Ontologi PKn adalah sikap dan perilaku warga
negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Status warga negara
dapat meliputi penduduk yang berkedudukan sebagai pejabat negara sampai dengan rakyat
biasa. Tentu peran dan fungsi warga negara berbeda-beda, sehingga sikap dan perilaku
mereka sangat dinamis. Oleh karena itu, mata kuliah PKn harus selalu menyesuaikan/
sejalan dengan dinamika dan tantangan sikap serta perilaku warga negara dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Apa saja dinamika perubahan dalam sistem ketatanegaraan dan pemerintahan yang telah
mempengaruhi PKn? Untuk mengerti dinamika perubahan dalam sistem ketatanegaraan
dan pemerintahan serta tantangan kehidupan yang telah mempengaruhi PKn di Indonesia,
Anda dianjurkan untuk mengkaji perkembangan praktik ketatanegaraan dan sistem
pemerintahan RI menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, yakni: (1)
Periode I (1945 s.d. 1949); (2) Periode II (1949 s.d. 1950); (3) Periode III (1950 s.d. 1959);
(4) Periode IV (1959 s.d. 1966); (5) Periode V (1966 s.d. 1998); (6) Periode VI (1998 s.d.
sekarang). Mengapa dinamika dan tantangan PKn mengikuti periodisasi pelaksanaan UUD
(konstitusi)?
Aristoteles (1995) mengemukakan bahwa secara konstitusional “...different
constitutions require different types of good citizen... because there are different sorts of civic
function.” Apakah simpulan Anda setelah mengkaji pernyataan Aristoteles tersebut? Mari
kita samakan dengan argumen berikut ini. Secara implisit, setiap konstitusi mensyaratkan
kriteria warga negara yang baik karena setiap konstitusi memiliki ketentuan tentang warga
negara. Artinya, konstitusi yang berbeda akan menentukan profil warga negara yang
berbeda. Hal ini akan berdampak pada model pendidikan kewarganegaraan yang tentunya
perlu disesuaikan dengan konstitusi yang berlaku.
Guna membentuk warga negara yang baik, pendidikan kewarganegaraan di Amerika
Serikat (AS) membelajarkan warga mudanya tentang sistem presidensiil, mekanisme
chek and balances, prinsip federalisme, dan nilai-nilai individual.
Bentuklah kelompok kecil untuk mendiskusikan, apakah PKn di Indonesia juga perlu
membelajarkan hal tersebut kepada warganya? Berikanlah alasanmu.
Presentasikan hasil diskusi kelompok.
Buku Ajar Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Pada Kurikulum Pendidikan Tinggi 21
Pendidikan Kewarganegaraan

