Page 133 - Kewarganegaraan
P. 133

hukum yang tegas dan bijaksana, bebas dari pengaruh kepentingan pemerintah yang
                         berkuasa; dan berani menghukum siapa saja yang terbukti bersalah.

                      3) Distribusi Pendapatan Secara Adil
                            Dalam negara demokrasi, semua aspek kehidupan dijalankan dengan berdasarkan
                         prinsip keadilan bersama dan tidak berat sebelah, termasuk di dalam aspek ekonomi.
                         Semua warganegara berhak memperoleh pendapatan yang layak. Pemerintah wajib
                         memberikan  bantuan  kepada kaum fakir dan miskin. Akhir-akhir ini  Pemerintah
                         Indonesia telah menjalankan program pemberian bantuan langsung tunai kepada
                         kaum  fakir  dan  miskin.  Pada  kesempatan  lain,  Pemerintah  terus  giat  membuka
                         lapangan kerja agar masyarakat bisa memperoleh penghasilan yang halal.
                            Program pemerataan  pendapatan  tersebut dapat dilaksanakan  karena didukung
                         oleh  pemasukan  pajak  yang  dibayarkan  oleh  masyarakat  ke  kas negara.  Uang
                         pajak yang telah terkumpul di kas negara kemudian didistribusikan kembali oleh
                         Pemerintah kepada pihak-pihak yang membutuhkan dan kurang mampu, sehingga
                         dapat mewujudkan pemerataan pendapatan. Dengan demikian kesadaran membayar
                         pajak merupakan salah satu perwujudan budaya demokrasi di Indonesia.

                 2.  Argumen  Tentang Dinamika dan  Tantangan Pembangunan Budaya Demokrasi
                    Pancasila
                   a.  Dinamika Praktik Demokrasi di Indonesia
                         Apakah Anda telah memahami praktik demokrasi di Indonesia sejak kemerdekaan
                      sampai sekarang? Apakah demokrasi yang berdasarkan Pancasila telah berjalan baik
                      dan lurus, ataukah pernah mengalami penyimpangan?  Untuk menelusuri sejarah praktik
                      demokrasi Indonesia sejak tahun 1945 sampai masa Orde Baru silakan Anda ikuti uraian
                      Budiardjo (2008) yang membagi dalam tiga masa sebagai berikut.
                      (1) Masa tahun 1945-1959 yaitu  masa  demokrasi  konstitusional  yang menonjolkan
                         peranan parlemen  dan partai-partai  politik,  sehingga dinamakan  “Demokrasi
                         Parlementer”.
                      (2) Masa  tahun  1949-1965  yaitu  masa  “Demokrasi  Terpimpin”  yang  banyak  terjadi
                         penyimpangan dari demokrasi konstitusional yang secara formal merupakan landasan
                         beberapa aspek demokrasi rakyat.
                      (3) Masa tahun 1965-1998 yaitu masa pemerintahan Orde Baru dengan “Demokrasi
                         Pancasila” yang merupakan demokrasi konstitusional dengan menonjolkan sistem
                         presidensial.  Periode ini bertujuan  mengoreksi  penyimpangan  yang terjadi  pada
                         masa Demokrasi Terpimpin.
                         Bangsa Indonesia pada saat sekarang berada pada era Reformasi (sejak tahun 1998)
                      yang dapat disebut sebagai Periode ke-4 Praktik Demokrasi di Indonesia. Gerakan
                      Reformasi  ini bertujuan  untuk menegakkan  demokrasi secara  lurus sebagai  koreksi
                      terhadap praktik politik pada masa/periode  ketiga yang mempraktikkan  pemusatan
                      kekuasaan di tangan presiden yang bersifat otoriter.
                         Dalam sepanjang sejarah sistem politik negara Republik Indonesia yang disoroti oleh
                      Mahfud MD (2000) menunjukkan bahwa ternyata telah terjadi tolak-tarik antara langgam
                      demokrasi dan langgam otoritarian, yang keduanya muncul secara bergantian dengan
                      kecenderungan  linear  pada otoritarianisme.  Pemerintahan  Orde Baru menggunakan
                      dan membela UUD NRI 1945 yang harus dilaksanakan secara murni dan konsekuen.
                      Semula (dalam  tiga tahun pertama)  rezim  Orde Baru menampilkan  langgam politik
                      yang demokratis, tetapi setelah itu, rezim ini pun menjadi otoriter. Rezim Orde Baru
                      ini akhirnya diruntuhkan oleh gerakan dan perjuangan rakyat untuk demokrasi yang
                      disebut sebagai Gerakan Reformasi.

             130                                                  Buku Ajar Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Pada Kurikulum Pendidikan Tinggi
                                                                                          Pendidikan Kewarganegaraan
   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138