Page 35 - Kewarganegaraan
P. 35
§ Rasa nasionalisme dan patriotisme yang luntur dan memudar (lebih menghargai dan
mencintai bangsa asing, lebih mengagungkan prestasi bangsa lain dan tidak bangga
dengan prestasi bangsa sendiri, lebih bangga menggunakan produk asing daripada
produk bangsa sendiri, dan lain-lain)
§ Lebih bangga menggunakan bendera asing daripada Bendera Merah Putih, lebih bangga
menggunakan bahasa asing daripada menggunakan Bahasa Indonesia.
Gambar II.2 Belajar bahasa asing, apakah menjadi ancaman bagi identitas nasional?
Sumber : https://www.pngdownload.idpng-s72wjt.jpg
§ Menyukai simbol-simbol asing daripada lambang/simbol bangsa sendiri, dan lebih
mengapresiasi dan senang menyanyikan lagu-lagu asing daripada mengapresiasi lagu
nasional dan lagu daerah sendiri.
Tantangan dan masalah yang dihadapi terkait dengan Pancasila telah banyak mendapat
tanggapan dan analisis sejumlah pakar. Azyumardi Azra (Tilaar, 2007), menyatakan bahwa
pada saat ini Pancasila sulit dan dimarginalkan di dalam semua kehidupan masyarakat
Indonesia karena: (1) Pancasila dijadikan sebagai kendaraan politik; (2) adanya liberalisme
politik; dan (3) lahirnya desentralisasi atau otonomi daerah. Menurut Tilaar (2007),
Pancasila telah terlanjur tercemar dalam era Orde Baru yang telah menjadikan Pancasila
sebagai kendaraan politik untuk mempertahankan kekuasaan yang ada. Liberalisme politik
terjadi pada saat awal Reformasi yakni pada pasca pemerintahan Orde Baru. Pada saat
itu, ada kebijakan pemerintahan Presiden Habibie yang menghapuskan ketentuan tentang
Pancasila sebagai satu-satunya asas untuk organisasi kemasyarakatan termasuk organisasi
partai politik. Padahal, lahirnya peraturan perundangan tentang desentralisasi dan otonomi
daerah seperti Undang-undang No. 22 Tahun 1999 yang diperbaharui menjadi Undang-
undang No.32 tahun 2004 tentang Otonomi Daerah berdampak positif dan negatif. Dampak
negatifnya antara lain munculnya nilai-nilai primordialisme kedaerahan sehingga tidak
jarang munculnya rasa kedaerahan yang sempit.
Bagaimana pendapat dan sikap Anda terhadap sebagian warga muda Indonesia yang
terpengaruh identitas Korea, seperti drama Korea, lagu Korea, gaya rambut dan
sebagainya?
Apakah hal itu dapat melunturkan identitas kita? Mengapa hal ini terjadi?
Diskusikan dalam kelompok, tulis hasil diskusi kelompok Anda, dan presentasikan
secara kelompok di muka kelas.
32 Buku Ajar Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Pada Kurikulum Pendidikan Tinggi
Pendidikan Kewarganegaraan

