Page 47 - Kewarganegaraan
P. 47

e.  Apa yang terjadi seandainya negara tidak berintegrasi?
                   f.  Seperti apakah negara yang tidak mampu berintegrasi?
                   g.  Adakah contoh–contoh negara yang tidak mampu melakukan integrasi?
                   h.  Adakah contoh-contoh negara yang telah mampu melakukan integrasi?
                        Adakah pertanyaan yang lain? Jika ada, ajukan pertanyaan-pertanyaan sejenis untuk
                    memperkaya penelurusan dan pengkajian Anda tentang konsep integrasi nasional.

                      1.  Setiap kelompok membuat tiga pertanyaan terkait dengan konsep dan urgensi
                         Integrasi nasional
                      2.  Setiap satu pertanyaan ditulis dalam selembar kertas dilengkapi dengan identitas
                         kelompok dan selanjutnya kertas dilipat.
                      3.  Sampaikanlah 3 lipatan kertas pertanyaan tersebut kepada kelompok lain sehingga
                         saling terjadi serah terima lembar pertanyaan
                      4.  Diskusikan dan jawablah pertanyaan-pertanyaan yang didapat dari kelompok lain
                      5.  Anggota kelompok mendatangi kelompok lain untuk memberikan jawaban
                      6.  Lakukan pergantian secara tertib dan teratur


                 3.  Sumber Historis, Sosiologis, dan Politis dari Integrasi Nasional
                        Mengintegrasikan bangsa umumnya menjadi tugas pertama bagi negara yang baru
                    merdeka. Hal ini dikarenakan negara baru tersebut tetap menginginkan agar semua warga
                    yang ada di dalam wilayah negara bersatu untuk negara yang bersangkutan. Apakah bangsa
                    Indonesia pernah mengalami integrasi sebelum merdeka tanggal 17 Agustus 1945?
                   a.  Perkembangan sejarah integrasi di Indonesia
                      Menurut Djuliati Suroyo (2002), ternyata bangsa kita sudah mengalami pembangunan
                      integrasi sebelum bernegara Indonesia yang merdeka. Menurutnya, ada 3 (tiga) model
                      integrasi dalam sejarah perkembangan integrasi di Indonesia, yakni 1) model integrasi
                      imperium  Majapahit,  2) model integrasi  kolonial,  dan 3) model  integrasi  nasional
                      Indonesia
                      1) Model integrasi imperium Majapahit
                         Model integrasi pertama ini bersifat kemaharajaan (imperium) Majapahit. Struktur
                         kemaharajaan yang begitu luas ini berstruktur konsentris. Dimulai dengan konsentris
                         pertama  yaitu  wilayah  inti  kerajaan  (nagaragung):  pulau  Jawa  dan  Madura  yang
                         diperintah  langsung oleh  raja  dan  saudara-saudaranya.  Konsentris kedua  adalah
                         wilayah di luar Jawa (mancanegara dan pasisiran) yang merupakan kerajaan-kerajaan
                         otonom. Konsentris ketiga (tanah sabrang) adalah negara-negara sahabat di mana
                         Majapahit menjalin hubungan diplomatik dan hubungan dagang, antara lain dengan
                         Champa, Kamboja, Ayudyapura (Thailand).
                      2) Model integrasi Kolonial
                         Model integrasi kedua atau lebih tepat disebut dengan integrasi atas wilayah Hindia
                         Belanda baru sepenuhnya dicapai pada awal Abad XX dengan wilayah yang terentang
                         dari Sabang sampai Merauke. Pemerintah Kolonial mampu membangun integrasi
                         wilayah juga dengan menguasai maritim, sedang integrasi vertikal antara pemerintah
                         pusat dan pemerintah daerah dibina melalui jaringan birokrasi Kolonial yang terdiri
                         dari  ambtenaar-ambtenaar (pegawai) Belanda dan pribumi yang tidak memiliki
                         jaringan dengan massa rakyat. Dengan kata lain pemerintah tidak memiliki dukungan
                         massa yang berarti. Integrasi model Kolonial ini tidak mampu menyatukan segenap
                         keragaman  bangsa Indonesia tetapi  hanya untuk maksud menciptakan  kesetiaan
                         tunggal pada penguasa Kolonial.
                      3) Model integrasi nasional Indonesia

              44                                                  Buku Ajar Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Pada Kurikulum Pendidikan Tinggi
                                                                                          Pendidikan Kewarganegaraan
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52