Page 41 - Kewarganegaraan
P. 41
a. Apakah yang dimaksud identitas primordial? Apa bedanya dengan identitas nasional?
b. Identitas primordial yang terus menguat dapat mengancam persatuan dan kebhinekaan
Indonesia. Benarkah?
c. Jika mengancam persatuan dan kebhinekaan Indonesia, apakah sebaiknya identitas
primordial itu dihilangkan?
d. Dapatkah identitas primordial itu memberikan kontribusi positif dan baik bagi
pembangunan bangsa?
e. Mengapa mengunjungi museum dan wisata budaya merupakan pembelajaran yang dapat
mengembangkan, memperkaya, dan memperteguh jati diri bangsa, serta mengokohkan
persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia?
3. Usulan Penyelesaian
Batik sebagai Identitas Industri Fesyen Indonesia
Sabtu, 17 Oktober 2020 | 14:09
JAKARTA - Dengan sejarahnya yang panjang sejak zaman kerajaan hingga pengakuan
organisasi PBB UNESCO sebagai warisan budaya negara kita, batik sudah sepatutnya
menjadi salah satu identitas Indonesia, khususnya dalam industri fesyen meskipun
masih banyak yang perlu dilakukan oleh para pegiatnya di seluruh negeri.
Meskipun batik sudah cukup dikenal di dunia berkat upaya berbagai pihak terutama
pemerintah, menguatkan dan mempertahankannya sebagai ciri khas Indonesia tidaklah
akan mudah mengingat produk sejenis juga bisa ditemukan di beberapa negara Asia
lainnya—sebut saja Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran—, bahkan Afrika.
Bukan tidak mungkin, negara lain yang juga memiliki “batik” untuk mengembangkan
produk tekstil ini, berinovasi, dan sama-sama mengincar pasar fesyen dunia dengan
karyanya itu. Batik Indonesia yang dikenal mempunyai kekhususan baik dalam corak
atau desain hingga pembuatannya harus terus dipertahankan melalui peningkatan
kualitas, promosi, dan pemasarannya.
Meski sudah sangat membudaya sebagai pakaian resmi dalam setiap kesempatan acara-
acara pesta pernikahan hingga kegiatan-kegiatan penting kenegaraan di dalam negeri,
batik sepertinya belum menjadi pakaian kebanggaan untuk bergaya dalam keseharian
di industri fesyen modern sekarang ini. Ya, secara umum masih kental diidentikkan
dengan pakaian resmi untuk acara resmi.
Meski sempat terseok-seok sebagai dampak krisis ekonomi 1998, batik sekarang
kembali sebagai sektor industri yang terus tumbuh dan berkembang dengan baik. Data
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan bahwa pada 2019 lalu batik
telah mendatangkan devisa sebesar 17,99 juta dolar AS.
Sementara, pada Januari hingga Juli 2020, nilai ekspor batik naik mencapai 21,54 juta
dolar AS (lebih dari Rp318 miliar) dengan tujuan utama ke Jepang, Amerika Serikat,
dan Eropa. Seolah tidak terdampak oleh pandemi COVID-19, batik tetap menghasilkan
devisa yang meningkat tahun ini.
Sumber dikutip dari:
https://www.sinarharapan.co/lifestyle/read/25175/batik_sebagai_identitas_industri_
fesyen_indonesia
Berdasar bacaan di atas, berikan usulan Anda
38 Buku Ajar Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Pada Kurikulum Pendidikan Tinggi
Pendidikan Kewarganegaraan

